Apa Iya Kalau Berhijab Tidak Bisa Jadi Pramugari? Berikut Fakta-Faktanya.

Apa Iya Kalau Berhijab Tidak Bisa Jadi Pramugari? Berikut Fakta-Faktanya

Apa Iya Kalau Berhijab Tidak Bisa Jadi Pramugari? Berikut Fakta-Faktanya

Apa Iya Kalau Berhijab Tidak Bisa Jadi Pramugari? Berikut Fakta-Faktanya – Hijab bukan hanya sekedar fashion. mengenakan hijab juga berarti menjalankan salah satu kewajiban agamanya yaitu menutup auratnya.

Lalu, apakah mengenakan Hijab dianggap melanggar peraturan perusahaan? Tentu saja tidak, dan yang lebih penting lagi perusahaan tidak boleh memberhentikan pekerja hanya karena orang tersebutmelaksanakan perintah agamanya.

 

Bolehkah seorang Pramugari mengenakan Jilbab menurut Landasan Hukum

Ada satu landasan hukum yang dapat digunakan sebagai dasar tentang mengenakan hijab sewaktu bekerja sebagai pramugari.Landasan hukum ini ialah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan.

Seperti di dalam Pasal 6 menyatakan “bahwa setiap pekerja berhak diperlakukan dengan sama tanpa diskriminasi oleh pengusaha.”

Kemudian, pasal ini juga didukung didalam Pasal 153 ayat (1) c “melarang perusahaan untuk memberhentikan atau memutuskan hubungan dengan pekerja karena menjalankan ibadah agamanya.”

Pasal 153 ayat (2) menyatakan bahwa apabila pengusaha melakukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (1)c maka pemutusan hubungan kerja tersebut batal demi hukum dan pekerja harus dipekerjakan kembali.

Sehubungan dengan hal ini, Didalam Pasal 109 juga menyatakan “bahwa peraturan perusahaan disusun dan menjadi tanggung jawab pengusaha.”Penyusunan peraturan perusahaan pun harus memperhatikan saran dan pertimbangan para pekerja, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 110 ayat (1).

Beberapa tahun belakangan ini semakin banyak wanita pekerja yang bertugas dengan mengenakan hijab. Tentu saja para wanita pasti ingin memperjuangkan hak untuk mengenakan hijab di tempat kerja.Jadi, setiap peraturan perusahaan pastinya akan mengindahkan saran tentang pemakaian hijab di tempat kerja.

Sebagai Contoh, pihak Kepolisian RI memberikan izin untuk mengenakan hijab melalui PerPU Kapolri Nomor 245/III/2015.

Masih tentang pemakaian Hijab, persyaratan umum didalam pendaftaran pramugari pun tidak menyatakan adanya larangan untuk mengenakan jilbab.

Adapun beberapa persyaratan umum bagi pramugari tersebut adalah sebagai berikut:

Wanita

  • Berusia 18-28 tahun
  • Belum menikah
  • Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya dengan baik
  • Sehat secara jasmani dan rohani
  • Minimal lulusan SMA, SMK, D3 atau lembaga pendidikan yang sederajat
  • Tinggi badan minimal 158 cm dan maksimal 172 cm serta memiliki bentuk tubuh yang ideal
  • Tidak berkacamata dan tidak buta warna
  • Dapat mengenakan kontak lensa dengan batasan: maksimal -3.00 untuk mata minus dan C-100 untuk mata silindris
  • Memiliki kepribadian yang menyenangkan dan ramah
  • Bersedia untuk bekerja keras dan ditempatkan di luar daerah asal

Bisa kita simpulkan bahwa semua persyaratan di atas, tidak ada larangan yang menyatakan bahwa pramugari tidak boleh mengenakan jilbab.

Beberapa Pernyataan Pendukung tentang Bolehkah Pramugari Memakai Jilbab

Dibawah ini gambar foto Pramugari Memakai Jilbab saat di Kabin PesawatAda satu berita segar yang mendukung para pramugari mengenakan jilbab di tempat kerja.

 

Dikutip dari news.detik.com, salah satu maskapai di Indonesia, NAM Air, yang merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air, memperbolehkan para awak kabin untuk mengenakan Hijab.

Menurut Senior Manager Corporate Communication dari Sriwijaya Air, Agus Soedjono, ide mengenakan hijab  ini bisa diterapkan di Indonesia.

Beliau juga melihat bahwa maskapai luar negeri mulai memberikan kebebasan mengenakan hijab.

Yang membuat beliau semakin lebih terkesan adalah memakai jilbab tidak menghalangi para pramugari maskapai luar negerididalam memberikan pelayanan dan keselamatan kepada penumpang.

Jumlah pramugari NAM Air ada 66 orang dan 20 orang di antaranya sudah mengenakan Hijab.

Meskipun sudah diperbolehkan pemakaian jilbab, proses perekrutan pramugari tetap dijalankan seperti biasa.

Jika telah diterima dan hendak berhijab, NAM Air memberikan kebebasan kepada pramugari yang bersangkutan.

Berdasarkan semua pernyataan di atas, sudah jelas bahwa pramugari boleh mengenakan jilbab sewaktu bekerja.Mengenakan hijab ini tentunya tidak akan mengganggu kinerja dan pelayanan Pramugari  selama bertugas.Di samping itu, mengenakan hijab merupakan kewajiban agama yang harus serta wajib untuk dilaksanakan sehingga tidak boleh diabaikan.

 

Daftar online only via www.karirpenerbangan.com

Pilihan Kampus :

Jakarta – Jogja – Lampung – Makassar

IG : @karirpenerbangan

Konsultasi WA akan lebih cepat respond :

Kak Ayu  0856 2581 883.

Kak Nova 0852 2333 3338.

Kak Lala 0822 5579 7559

 

Sukses adalah bertemunya KESIAPAN DAN KESEMPATAN.

Salam Penerbangan Indonesia

#pspp #pspppenerbangan #sekolahpenerbangan #sekolahpramugari #sekolahavsec #sekolahstaffpenerbangan #karirpenerbangan

Apa Iya Kalau Berhijab Tidak Bisa Jadi Pramugari? Berikut Fakta-Faktanya

 

Apa Iya Kalau Berhijab Tidak Bisa Jadi Pramugari? Berikut Fakta-Faktanya – Hijab bukan hanya sekedar fashion. mengenakan hijab juga berarti menjalankan salah satu kewajiban agamanya yaitu menutup auratnya.

Lalu, apakah mengenakan Hijab dianggap melanggar peraturan perusahaan? Tentu saja tidak, dan yang lebih penting lagi perusahaan tidak boleh memberhentikan pekerja hanya karena orang tersebutmelaksanakan perintah agamanya.

 

Bolehkah seorang Pramugari mengenakan Jilbab menurut Landasan Hukum

Ada satu landasan hukum yang dapat digunakan sebagai dasar tentang mengenakan hijab sewaktu bekerja sebagai pramugari.Landasan hukum ini ialah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan.

Seperti di dalam Pasal 6 menyatakan “bahwa setiap pekerja berhak diperlakukan dengan sama tanpa diskriminasi oleh pengusaha.”

Apa Iya Kalau Berhijab Tidak Bisa Jadi Pramugari? Berikut Fakta-Faktanya

Kemudian, pasal ini juga didukung didalam Pasal 153 ayat (1) c “melarang perusahaan untuk memberhentikan atau memutuskan hubungan dengan pekerja karena menjalankan ibadah agamanya.”

Pasal 153 ayat (2) menyatakan bahwa apabila pengusaha melakukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (1)c maka pemutusan hubungan kerja tersebut batal demi hukum dan pekerja harus dipekerjakan kembali.

Sehubungan dengan hal ini, Didalam Pasal 109 juga menyatakan “bahwa peraturan perusahaan disusun dan menjadi tanggung jawab pengusaha.”Penyusunan peraturan perusahaan pun harus memperhatikan saran dan pertimbangan para pekerja, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 110 ayat (1).

Beberapa tahun belakangan ini semakin banyak wanita pekerja yang bertugas dengan mengenakan hijab. Tentu saja para wanita pasti ingin memperjuangkan hak untuk mengenakan hijab di tempat kerja.Jadi, setiap peraturan perusahaan pastinya akan mengindahkan saran tentang pemakaian hijab di tempat kerja.

Sebagai Contoh, pihak Kepolisian RI memberikan izin untuk mengenakan hijab melalui PerPU Kapolri Nomor 245/III/2015.

Masih tentang pemakaian Hijab, persyaratan umum didalam pendaftaran pramugari pun tidak menyatakan adanya larangan untuk mengenakan jilbab.

Adapun beberapa persyaratan umum bagi pramugari tersebut adalah sebagai berikut:

Wanita

  • Berusia 18-28 tahun
  • Belum menikah
  • Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya dengan baik
  • Sehat secara jasmani dan rohani
  • Minimal lulusan SMA, SMK, D3 atau lembaga pendidikan yang sederajat
  • Tinggi badan minimal 158 cm dan maksimal 172 cm serta memiliki bentuk tubuh yang ideal
  • Tidak berkacamata dan tidak buta warna
  • Dapat mengenakan kontak lensa dengan batasan: maksimal -3.00 untuk mata minus dan C-100 untuk mata silindris
  • Memiliki kepribadian yang menyenangkan dan ramah
  • Bersedia untuk bekerja keras dan ditempatkan di luar daerah asal

Bisa kita simpulkan bahwa semua persyaratan di atas, tidak ada larangan yang menyatakan bahwa pramugari tidak boleh mengenakan jilbab.

Beberapa Pernyataan Pendukung tentang Bolehkah Pramugari Memakai Jilbab

Dibawah ini gambar foto Pramugari Memakai Jilbab saat di Kabin PesawatAda satu berita segar yang mendukung para pramugari mengenakan jilbab di tempat kerja.

Apa Iya Kalau Berhijab Tidak Bisa Jadi Pramugari? Berikut Fakta-Faktanya

Dikutip dari news.detik.com, salah satu maskapai di Indonesia, NAM Air, yang merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air, memperbolehkan para awak kabin untuk mengenakan Hijab.

Menurut Senior Manager Corporate Communication dari Sriwijaya Air, Agus Soedjono, ide mengenakan hijab  ini bisa diterapkan di Indonesia.

Beliau juga melihat bahwa maskapai luar negeri mulai memberikan kebebasan mengenakan hijab.

Yang membuat beliau semakin lebih terkesan adalah memakai jilbab tidak menghalangi para pramugari maskapai luar negerididalam memberikan pelayanan dan keselamatan kepada penumpang.

Jumlah pramugari NAM Air ada 66 orang dan 20 orang di antaranya sudah mengenakan Hijab.

Meskipun sudah diperbolehkan pemakaian jilbab, proses perekrutan pramugari tetap dijalankan seperti biasa.

Jika telah diterima dan hendak berhijab, NAM Air memberikan kebebasan kepada pramugari yang bersangkutan.

Berdasarkan semua pernyataan di atas, sudah jelas bahwa pramugari boleh mengenakan jilbab sewaktu bekerja.Mengenakan hijab ini tentunya tidak akan mengganggu kinerja dan pelayanan Pramugari  selama bertugas.Di samping itu, mengenakan hijab merupakan kewajiban agama yang harus serta wajib untuk dilaksanakan sehingga tidak boleh diabaikan.

 

Daftar online only via www.karirpenerbangan.com

Pilihan Kampus :

Jakarta – Jogja – Lampung – Makassar

IG : @karirpenerbangan

Konsultasi WA akan lebih cepat respond :

Kak Ayu  0856 2581 883.

Kak Nova 0852 2333 3338.

Kak Lala 0822 5579 7559

 

Sukses adalah bertemunya KESIAPAN DAN KESEMPATAN.

Salam Penerbangan Indonesia

#pspp #pspppenerbangan #sekolahpenerbangan #sekolahpramugari #sekolahavsec #sekolahstaffpenerbangan #karirpenerbangan

Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    WhatsApp Konsultasi sekarang