Persyaratan Khusus Awak Kabin


Persyaratan Khusus Awak Kabin

Persyaratan Khusus Awak Kabin – Selain persyaratan umum, maskapai penerbangan nasional dan internasional juga memberikan persyaratan khusus bagi para pencari kerja yang melamar untuk bekerja sebagai calon awak kabin (pramugari dan pramugara). Persyaratan khusus tersebut merupakan soft skills yang harus dimiliki oleh calon awak kabin maskapai penerbangan, antara lain:

  1. Memiliki keterampilan antar pribadi;
  2. Memiliki sikap yang positif dalam situasi apapun;
  3. Memiliki sikap yang suka menolong, perhatian dan peduli kepada orang lain;
  4. Memiliki motivasi, inisiatif dan fleksibilitas;
  5. Memiliki pemikiran yang berorientasi pada pelanggan (customer-orientated);
  6. Memiliki kemampuan kerja dalam satu kelompok (team player);
  7. Memiliki kemampuan mengembangkan diri secara personal dan profesional;
  8. Memiliki kemampuan beradaptasi dengan orang-orang dan lingkungan yang baru.

 

Proses Seleksi Awak Kabin

Pada umumnya proses seleksi dari calon awak kabin yang dilakukan oleh maskapai penerbangan nasional dan internasional meliputi:

  1. Seleksi Administrasi, yaitu: proses pemeriksaan berkas dan dokumen administrasi yang dipersyaratkan dalam persyaratan umum menjadi calon awak kabin. Berkas dan dokumen tersebut bisa dikirimkan via e-mail, pos ataupun kurir kepada maskapai penerbangan. Bisa juga berkas dan dokumen tersebut dibawa langsung oleh calon awak kabin ke tempat pelaksanaan walk-in interviewyang ditentukan oleh maskapai penerbangan.

Terkuak sudah alasan mengapa sekolah pramugari itu penting

 

  1. Seleksi Awal, yaitu: proses penilaian terhadap calon awak kabin, seringkali disebut dengan istilah “Assessment Day”. Umumnya dalam seleksi awal ini calon awak kabin mengikuti kegiatan pemeriksaan fisik dan wawancara awal (initial interview) serta berbagai ujian atau tes, seperti English Test & Psikotest. Standar yang digunakan oleh maskapai penerbangan Emirates dalam Assessment Dayini antara lain melakukan: Initial Assessment Exercise, English Test, Psychometric Assessment dan Individual Competency Based Interview. Standar yang digunakan oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia dalam Assessment Day ini antara lain melakukan: pengukuran tinggi/berat badan dan penampilan, English Test dan Psikotest.
  2. Seleksi Kesehatan, yaitu: proses pemeriksaan kondisi fisik dan kesehatan dari calon awak kabin, biasanya dilakukan oleh lembaga kesehatan yang ditunjuk oleh maskapai penerbangan.
  3. Seleksi Akhir, yaitu: proses penilaian dan penentuan akhir dari calon awak kabin yang dilaksanakan oleh maskapai penerbangan, biasanya dilakukan oleh Top Managementdari maskapai penerbangan melalui proses wawancara dengan calon awak kabin.
  4. Proses seleksi awak kabin maskapai penerbangan Singapore Airlines melalui 4 (empat) tahapan yang berbeda, yaitu: 1) Assessment Day; 2) Skin Check Round; 3) Debate Round; dan 4) Management Round. Setelah dinyatakan lulus melewati 4 tahapan seleksi awak kabin ini, calon awak kabin kemudian mengikuti tes kesehatan (medical check).

Pelatihan Awak Kabin Oleh Maskapai Penerbangan

Setelah melalui proses seleksi yang ketat oleh maskapai penerbangan, calon awak kabin yang dinyatakan lulus tersebut kemudian direkrut oleh maskapai penerbangan dan menandatangani perjanjian kerja. Sebelum menjalankan tugasnya sebagai seorang awak kabin, calon awak kabin tersebut harus mengikuti pendidikan dan pelatihan awak kabin yang dilakukan oleh maskapai penerbangan itu sendiri (in-house training) mengacu pada standar-standar dan aturan-aturan yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).

Maskapai penerbangan Singapore Airlines menerapkan program pelatihan awak kabin yang paling komprehensif dan paling lama dalam industri penerbangan, yaitu selama 4 (empat) bulan. Program pelatihan yang diberikan mencakup: Product Knowledge(including Food & Beverage), Service Procedures, Passenger Handling, Deportment & Grooming, Language & Communication Skills, Safety Equipment Proceduresdan First Aid.

Sedangkan maskapai penerbangan Cathay Pacific menerapkan program pelatihan awak kabinnya secara intensif selama 7 (tujuh) minggu, termasuk kegiatan praktek didalam mock-up pesawat. Program pelatihan yang diberikan meliputi: Safety & Security Procedures, Aircraft Knowledge, Medical & Situational Handling, Crew Resource Management, Service Standards & Safe Working Practices, Customs & Excise Service Ordinance,danOn the Job Training.

Maskapai penerbangan Emirates juga menerapkan program pelatihan awak kabinnya selama 7 (tujuh) minggu yang disebut Ab Initio Training, yang dilaksanakan di pusat pelatihan awak kabin Emirates di Emirates Aviation College. Program pelatihan yang diberikan merupakan kombinasi dari teori dan praktek dan menggunakan full motion simulator dari berbagai tipe pesawat yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Emirates. Materi pelatihan awak kabin maskapai penerbangan Emirates meliputi: Safety and Emergency Procedures (SEP), First Aid, Service, Emirates Cabin Crew Image & Emirates Cabin Crew Uniform, Fitness & Nutrition dan Security Procedures.

 

Masih Perlukah Sekolah Bagi Calon Pramugari?

Mengacu pada uraian dan penjelasan di atas, muncul pertanyaan: “Masih perlukah sekolah ataupun program pendidikan bagi calon pramugari dan pramugara?” Jawabannya: “Masih perlu!” Namun para calon awak kabin (pramugari dan pramugara) yang akan mengikuti proses seleksi dan rekrutmen dari maskapai penerbangan nasional dan internasional, harus pandai-pandai memilih mana sekolah pramugari yang tepat sesuai dengan kebutuhannya dan juga sesuai dengan kemampuan finansialnya.

Terkuak sudah alasan mengapa sekolah pramugari itu penting

 

Sekolah ataupun pendidikan pramugari yang diperlukan saat ini adalah yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didiknya dalam mengikuti proses seleksi dan rekrutmen yang dilakukan oleh maskapai penerbangan sehingga dapat lulus dalam seleksi dan penerimaan sebagai awak kabin baru oleh maskapai penerbangan baik nasional maupun internasional. Sekolah pramugari tersebut harus lebih memprioritaskan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris (baik membaca, menulis dan berbicara), peningkatan kepercayaan/keyakinan pribadi dan juga peningkatan soft skills dari anak didiknya.

Jangka waktu atau lamanya sekolah/program pendidikan bagi calon awak kabin tidak perlu berbulan-bulan apalagi bertahun-tahun, oleh karena calon awak kabin ini setelah lulus seleksi dan diterima sebagai awak kabin oleh maskapai penerbangan mereka akan mendapatkan pelatihan intensif selama tujuh hingga delapan minggu oleh maskapai penerbangan, kecuali maskapai Singapore Airlines selama empat bulan. Pada akhirnya yang diperlukan oleh maskapai penerbangan nasional maupun internasional dari seorang awak kabin (pramugari dan pramugara) tidak hanya kemasan luarnya (yaitu penampilan fisik) namun yang lebih penting lagi adalah isinya (yaitu sikap dan etos kerja).

 

Daftar online only via www.karirpenerbangan.com

 

Pilihan Kampus :

Jakarta – Jogja – Lampung – Makassar

 

IG : @karirpenerbangan

Konsultasi WA akan lebih cepat respond :

Kak Ayu  0856 2581 883.

Kak Nova 0852 2333 3338.

Kak Lala 0822 5579 7559

 

Sukses adalah bertemunya KESIAPAN DAN KESEMPATAN.

Salam Penerbangan Indonesia

 

#pspp #pspppenerbangan #sekolahpenerbangan #sekolahpramugari #sekolahavsec #sekolahstaffpenerbangan #karirpenerbangan

Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    WhatsApp Konsultasi sekarang